Tak bergeming di Kafe Tebing

Tak bergeming di kafe tebing 01

Sering dengar orang bicara tentang Kafe Tebing, sering liat juga foto-foto tentang Kafe ini, tapi belum sekalipun merasakan bagaimana suasana di tempat ini sebelumya. Walaupun faktanya saya sendiri adalah penduduk Kota Kupang, mungkin jaraklah yang mengakibatkan keengganan saya ke tempat ini. Tapi, kali ini saya ingin merasakan sendiri apa yang pernah saya baca dan dengar tentang Kafe Tebing.

Waktu menunjukan pukul empat sore, cepat bergegas dari tempat kerja yang berlokasi di kawasan perkantoran Wali Kota Kupang yang berajarak sekitar lima belas kilometer ke kafe tebing. Sedikit cemas sambil sesekali melihat ke arah langit, memastiakn matahari tak terburu-buru kembali ke peraduannya. Sore hari memang lalulintas lebih padat dari biasanya karna banyak orang bersamaan pulang dari tempat kerja mereka. yah, memang tidak bisa disamakaan dengan macetnya kota-kota besar. Waktu tempuh kali ini sekitar  lima belas menit menggunakan sepeda motor.

Tiba di Kafe Tebing. Dari depan nampak tak ada yang spesial, hanya terlihat seperti sebuah rumah di atas tebing batu karang khas Kota Kupang. Namun begitu memasuki pintu Kafe, semua nampak berbeda, ada seperti rasa lega ketika melihat lautan dari tempat yang cukup tinggi. Memasuki area kafe, sudah ada beberapa kelompok anak mudan yang sedang menikmati makanan sambil terlihat asik bercerita, sesekali terdengar tawa dari kelompok-kelompok kecil itu.

Tak bergeming di kafe tebing 02

Saya mulai memilih lokasi duduk yang masih kosong dan kebetulan memiliki sudut pandang yang bagus untuk menunggu matahari terbenam. Mata saya tak henti menikmati suasana di kafe ini, landscape Kafe di dominasi susunan batu alam, furnitur yang didominasi bahan kayu, yang belakangan saya ketahui bahwa bahan pembuat meja, bangku dan kursi ini di ambil dari kapal laut yang karam atau rusak termakan usia. Semua unsur dalam lingkungan Kafe ini sangat menyatu, tak ada warna yang mencolok di sini.

Tak beberapa lama menikmati landscape tempat ini, ada seorang pelayan dengan ramah datang menawarkan menu makanan dan minuman yang ada. Sore memang identik dengan kopi, tapi kali ini saya memilih jus semangka menemani kentang goreng dalam daftar pesanan. Maklum saja, bulan Juni ini cuaca di Kupang cukup panas dan menggerahkan, sehingga dibutuhkan minuman yang bukan saja menghilangkan dahaga tetapi juga menyegarkan. Tak butuh waktu lama pesanan pun sudah tersaji di meja. O ia, di tempat ini tersedia minuman segar olahan kopi ataupun non kopi, termasuk jus, soft drink, cemilan dan juga makanan berat cepat saji lainnya ala Kafe.

Tak bergeming di kafe tebing 03
Sore memang identik dengan kopi, tapi kali ini saya memilih jus semangka menemani kentang goreng dalam daftar pesanan.

Tiba waktunya matahari mulai merendah. Saya terdiam, menikamti jingganya langit, hembusan angin, alunan musik yang meneduhkan, samudra memantukan cantiknya kilau mentari. Saya dibuat tak bergeming di kafe tebing, terpaku menikmati sebuah proses alam yang sangat sempurna.

Saat matahari pergi, kafe ini mulai menampilkan sisi romantisnya. Alunan musik semakin lebih santai, sesekali lagu-lagu romantis memanjakan telinga, lembut dan hangat  cahaya lampu mebuat saya makin merasa betah. Ah, tempat ini memang pantas menjadi rekomendasi banyak orang. Saya tak benar-benar yakin sampai hari ini saya mengalaminya sendiri, pengalaman menikamti sunset di Kota Kupang yang khas dengan lagit bersihnya.

Semua yang pernah ke tempat ini akan punya kesan yang membekas, bahkan jika mereka telah pergi jauh dari Kota Kupang. Sunset punya banyak cara dan tempat untuk dinikmati, Kota ini menyediakanya, tapi suasana yang nyaman untuk mengiringi matahari terbenam, kafe tebing layak menjadi piliahan. MJEM

Tak bergeming di kafe tebing 04

Author: Adhyt Naavv

Public Relation of eastnusatenggara.id .Fotografer Profesional  

One Reply to “Tak bergeming di Kafe Tebing”

  1. Edri Brow says: June 27, 2021 at 7:12 am

    Wow… Pemandangannya keren sekali kak..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Budaya Wisata Pantai Kuliner
Budaya Wisata Pantai Kuliner