Pesona Kolam Air Nona

Suasana Sejuk terasa betul saat berada di Kolam Airnona,Sejak Musim Penghujan tahun   yang  dengan curah hujan yang banyak apalagi kehadiran Badai Seroja,sekalipun mendatangkan bencana tapi di lain sisi mata air kolam Airnona   yang berada ditengah kolam semakin terbuka  mengeluarkan debit air yang cukup banyak sehingga Kolam Airnona benar benar jadi Kolam pemandian yang  menyenangkan bagi penduduk Airnona dan sekitarnya

Siang kemarin Senin,17 Mei 2021 penulis  melihat langsung bagaimana anak anak dan juga orang dewasa menikmati benar suasana guyuran Air,mandi ,menyelam dan berenang kian kemari dengan gembira menelusuri semua sudut kolam Airnona.

Kolam Airnona sudah menjadi icon pariwisata Kota Kupang  yang cukup punya nama dan terkenal dari generasi ke generasi .

Kolam Airnona awal mulanya merupakan Kolam Alami dan sudah menjadi sumber air untuk warga  Airnona sekitarnya Kota Kupang.baik digunakan untuk tempat pemandian dan juga  untuk penggunaan kegiatan kehidupan lainnya,seperti sumber air minum dan mencuci.Dan Kolam Airnona saat ini sudah mengalami proses perubahan struktur ,Kolam Airnona yang awalnya merupakan Kolam alam sudah di rubah lebih modern strukturnya,dulunya dasar kolam tanah dan bebatuan sekarang sudah dilantainisasi dan juga pinggiran kolam yang dindingnya sudah di Keramik ,termasuk sumber mata air dibuat dengan desain yang lebih bagus.Bahkan disamping kolam sudah dibuat lopo lopo yang bagus agar pengunjung bisa duduk menikmati suasana Kolam Airnona

Saat duduk bersama warga penduduk Airnona  di sebuah Lopo banyak cerita yang didapati penulis termasuk cerita Legenda Kolam Airnona yang terkenal dan dengan berbagai sumber literasi penulis merangkum cerita legenda Kolam Airnona dan kisah lainnya.

Berikut sedikit cerita yang bisa bagi kepada pembaca sekalian mengenai kisah kolam Airnona.

Legenda Kolam Airnona.

Konon jaman dulu di lokasi kolam Aernona merupakan tempat bagi 2 orang perempuan Timor menenun. Menurut nara sumber beta, Bapak Yusuf Para Djami, yang mantan lurah Airnona, nama kedua perempuan ini ada tertulis di papan. Mungkin maksud pak Yusuf Para Djami, prasasti berangka tahun 1986  yang sudah ancur tertimpa pohon tumbang, Februari tahun lalu. Bearti nama keduanya adalah Bisulat dan Biaof. Untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air, mereka, dengan alasan yang beta tidak tahu mengambilnya dari Ponain di Amarasi sana. Cukup mengherankan mengingat di lokasi ini, yang menurut prasasti dulunya bernama Atutu, dekat dengan sumber air. Ada kali Biknoi, kali Naikoten, Aer Sagu, dan lain-lain. Dibandingkan dengan Ponain yang jaraknya hingga puluhan kilo, ditambah fakta bahwa di  jaman dulu, kondisi jalannya belum semulus sekarang ini. Airnya mereka masukkan dalam wadah yang terbuat dari buah sejenis labu yang sudah dikeringkan. Orang sini menyebutnya “borbak”. Orang Sabu mengenalnya sebagai “wo de’ba”. Mereka menyu’u (it’s Kupang’s version for mengusung) kendi labu itu di  kepala.

Pada suatu hari hadirlah seekor ayam ke tempat mereka. Namanya juga ayam, hobinya pasti mengais-ngais tanah dan kalo sedang rese, pasti berlarian sana-sini asal sruduk. Kali ini terjadilah, si segong (jago) ini menjatuhkan wadah aernya kedua perempuan. Karena sangat sedih kehilangan air yang harus diambil dari Ponain, kedua perempuan ini menangis dengan keras. Dan bukannya merasa bersalah si ayam segong ini malah makin semangat mengais. Makin lama makin dalam. Akhirnya dari tempatnya mengais terpancarlah aer. Dan nasib lebih malang menimpa kedua perempuan ini. Mereka terjatuh ke dalamnya. Karena ada perempuan yang terjatuh ke dalam mata air baru buah karya ayam jago ini, maka tempat ini diberi nama Aer Nona.(sumber Baomong Kupang )

Ini hanya salah satu versi saja. Yang lainnya sedang mengantri untuk dipublikasikan.

Begitulah kisah Kolam Airnona yang melenggenda,sambil duduk bacarita asyik penulis bersama warga ,terasa suasana memang terasa sejuk,pepohonan yang  besar dan  sulit ditentukan umur tumbuhnya memberikan nuansa segar ,terasa penat.Kolam Airnona bukan hanya air kolamnya tetapi suasana pendukung ikut memberikan suasana ekstra; segala penat hilang seketika dibuai sejuknya hembusan angin semilir dari balik dedaunan.

Pengunjung gratis menikmati suasana Kolam Airnona tanpa di pungut biaya,so netizen atau pemirsa eastnusatenggara.id jangan lupa ya  berkunjung ke Kolam Airnona Kota Kupang sebagai destinasi wisatamu, bravo

Author: Iwan Surya

Penulis & Kurator Tulisan eastnusatenggara.id  

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">html</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Budaya Wisata Pantai Kuliner
Budaya Wisata Pantai Kuliner